Marketplace membantu banyak penjual mendapatkan pembeli pertama. Namun setelah usaha berjalan, sebagian pemilik toko ingin punya alamat sendiri di internet, tempat pelanggan bisa membeli langsung tanpa bersaing dengan puluhan toko lain di halaman yang sama. Karena itu semakin banyak UMKM yang membuat toko online dengan domain sendiri, misalnya namatoko.com, dan membagikannya lewat Instagram, WhatsApp, dan kemasan produk.
Membuat toko seperti ini tidak serumit dulu, tetapi ada beberapa keputusan yang perlu diambil dengan benar sejak awal. Artikel ini membahas domain, tampilan toko, pembayaran, pengiriman, dan satu hal yang sering terlupakan, yaitu menyamakan stok dengan penjualan di toko fisik.
Memilih dan mendaftarkan domain
Domain adalah alamat toko Anda. Pilih yang pendek, mudah dieja, dan mudah diucapkan ketika pelanggan menyebutkannya kepada temannya. Hindari tanda hubung dan angka yang tidak perlu. Jika nama yang Anda inginkan sudah dipakai, coba tambahkan kata yang menjelaskan usaha Anda, misalnya nama kota atau jenis produk.
Ekstensi .com masih paling dikenal. Ekstensi .id dan .co.id juga umum dipakai di Indonesia, dan untuk .co.id biasanya diminta dokumen badan usaha saat mendaftar. Yang lebih penting dari ekstensi adalah kepemilikannya. Daftarkan domain atas nama usaha atau pemiliknya sendiri, jangan atas nama vendor atau teman yang membantu membuatkan toko. Aktifkan perpanjangan otomatis dan simpan akses akun domain di tempat yang aman. Domain yang lupa diperpanjang bisa diambil orang lain.
Setelah domain terhubung ke platform toko, buka alamatnya dari beberapa ponsel dan pastikan halaman terbuka dengan HTTPS, ditandai ikon gembok di browser. Pelanggan akan ragu memasukkan alamat dan data pembayaran di halaman yang ditandai tidak aman.
Tampilan toko yang nyaman di ponsel
Sebagian besar pelanggan akan membuka toko Anda dari ponsel, biasanya dari tautan di bio Instagram atau pesan WhatsApp. Jadi utamakan tampilan ponsel. Halaman harus cepat terbuka, foto produk jelas, harga terlihat, dan tombol beli mudah ditemukan.
Anda tidak perlu mendesain dari nol. Pilih tema yang sesuai dengan jenis produk, lalu sesuaikan logo, warna merek, dan banner. Toko kue rumahan dan distributor suku cadang tentu butuh kesan yang berbeda. Investasi terbesar justru ada di foto dan deskripsi produk. Foto dengan cahaya yang baik dan deskripsi yang menjawab pertanyaan umum, seperti ukuran, bahan, dan cara perawatan, akan mengurangi chat bolak-balik sebelum pelanggan membayar.
Pembayaran dan pengiriman
Di marketplace, urusan pembayaran dan ongkos kirim sudah diatur platform. Di toko sendiri, Anda yang memutuskan. Pelanggan di Indonesia terbiasa dengan banyak pilihan pembayaran, mulai dari transfer bank, e-wallet, QRIS, hingga kartu. Payment gateway memungkinkan pembayaran ini terkonfirmasi otomatis, sehingga Anda tidak perlu mencocokkan bukti transfer satu per satu.
Di awal, Anda tidak harus membuka semua metode sekaligus. Mulailah dari yang paling sering diminta pelanggan Anda, misalnya transfer bank dan QRIS, lalu tambahkan metode lain bila memang ada permintaan.
Untuk pengiriman, pelanggan ingin tahu ongkos kirim sebelum membayar. Cek apakah toko bisa menghitung ongkir berdasarkan alamat, dan bagaimana nomor resi disampaikan kepada pembeli. Tulis juga kebijakan pengiriman dan retur dengan jelas di halaman toko. Hal ini membantu membangun kepercayaan, terutama bagi pembeli yang baru pertama kali berbelanja di toko Anda.
Menyamakan stok dengan penjualan offline
Banyak pemilik toko baru sadar masalah ini setelah toko online berjalan beberapa minggu. Barang terakhir terjual di toko fisik pagi hari, tetapi siangnya masih tampil tersedia di toko online. Pelanggan membayar, lalu Anda harus meminta maaf dan mengembalikan uangnya.
Jika Anda juga berjualan langsung di toko, kafe, atau stan pameran, stok di toko online dan stok di kasir sebaiknya berasal dari satu sumber. Setiap transaksi di kasir mengurangi stok online, dan setiap pesanan online mengurangi stok di toko. Menyamakannya secara manual setiap malam bisa dilakukan saat produk masih sedikit, tetapi cepat menjadi beban ketika katalog bertambah.
Langkah membuat toko online dengan domain sendiri
- Tentukan nama toko dan cek ketersediaan domainnya.
- Daftarkan domain atas nama usaha Anda dan aktifkan perpanjangan otomatis.
- Pilih platform toko online yang mendukung domain sendiri, lalu hubungkan domain sesuai petunjuk platform.
- Pilih tema, pasang logo, dan sesuaikan warna merek.
- Masukkan produk dengan foto, deskripsi, varian, dan stok yang akurat.
- Atur metode pembayaran dan pengiriman, lalu tulis kebijakan retur.
- Lakukan pesanan percobaan dari ponsel sendiri sampai barang dinyatakan terkirim.
- Bagikan alamat toko di bio media sosial, pesan WhatsApp, dan kemasan produk.
Pesanan percobaan sering menemukan masalah kecil, seperti ongkir yang tidak muncul untuk kota tertentu atau notifikasi yang tidak terkirim. Lebih baik Anda yang menemukannya daripada pelanggan.
Membangun toko dengan Etalasse
Etalasse menyediakan toko online mobile-first dengan 38 tema, warna merek, logo, banner, dan domain sendiri. Toko online ini berjalan dalam satu sistem dengan kasir POS, sehingga stok tetap sinkron antara penjualan online dan offline. Lihat detailnya di halaman Etalasse, atau pelajari layanan eCommerce dan sistem penjualan kami jika Anda membutuhkan sistem yang dibangun khusus.