Model AI seperti Claude, ChatGPT, dan Gemini sudah cukup lancar berbahasa Indonesia. Untuk percakapan umum, hasilnya sering terdengar wajar. Masalah baru muncul ketika AI dipakai untuk pekerjaan sehari-hari di perusahaan. Pelanggan menulis "kak, yg ukuran L ready ga? mau co skrg", staf menyebut "SJ" untuk surat jalan, dan invoice pemasok ditulis dengan format angka yang berbeda dari kebiasaan Amerika.
Artikel ini membahas tantangan memakai AI dengan bahasa Indonesia di lingkungan bisnis, mulai dari bahasa campuran, istilah lokal, pilihan nada bicara, sampai OCR dokumen. Kami juga membahas cara mengujinya dengan data nyata sebelum dipakai pelanggan atau tim Anda.
Bahasa campuran dan singkatan
Orang Indonesia jarang menulis dengan satu bahasa yang rapi. Di chat bisnis, bahasa Indonesia bercampur dengan bahasa Inggris ("invoice-nya sudah di-forward ya"), bahasa daerah ("nggih, matur nuwun"), dan singkatan yang hanya dipahami dalam konteks tertentu. "PO" bisa berarti purchase order bagi distributor, tetapi pre-order bagi toko online. "TF", "DP", "COD", dan "ongkir" muncul di hampir setiap percakapan jual beli.
Model AI modern umumnya bisa memahami bahasa campuran, tetapi tetap bisa salah menafsirkan singkatan yang punya beberapa arti. Cara mengatasinya cukup sederhana. Jelaskan konteks bisnis Anda di instruksi sistem, misalnya bahwa Anda toko fashion online dan "PO" berarti pre-order. Sertakan juga beberapa contoh pesan pelanggan yang asli, lengkap dengan cara membalasnya yang benar.
Tentukan juga bahasa balasan. Penginapan di Yogyakarta, misalnya, menerima pesan dari tamu lokal dan tamu mancanegara. Aturan yang jelas, seperti membalas dengan bahasa yang dipakai tamu, mencegah AI menjawab pertanyaan berbahasa Inggris dengan bahasa Indonesia atau sebaliknya.
Istilah lokal dan istilah bisnis Anda
Setiap industri punya kosakata sendiri. Kontraktor memakai SPK dan BAST, klinik memakai istilah poli dan rujukan, kantor notaris punya akta, salinan, dan minuta. Perusahaan Anda mungkin juga punya nama internal untuk produk, cabang, atau proses yang tidak ada di kamus mana pun.
Jika AI tidak mengenal istilah ini, jawabannya terdengar asing atau malah keliru. Buat glosarium sederhana yang berisi istilah, artinya, dan contoh pemakaian, lalu masukkan ke konteks AI. Pada sistem RAG yang menjawab dari dokumen perusahaan, glosarium juga membantu pencarian. Pertanyaan staf tentang "BAST proyek gudang" bisa menemukan dokumen berjudul "Berita Acara Serah Terima".
Formal atau santai
Bahasa Indonesia punya rentang nada yang lebar. Surat ke instansi memakai bahasa baku dan "Bapak/Ibu". Balasan WhatsApp toko online biasanya memakai "Kak" dan kalimat yang lebih santai. Klinik dan kantor jasa profesional sering berada di tengah, sopan tetapi tidak kaku.
AI cenderung memakai satu gaya default, sering kali terlalu formal atau terlalu antusias. Tentukan gaya bahasa yang Anda inginkan secara tertulis. Sebutkan sapaan yang dipakai, panjang kalimat, apakah boleh memakai emoji, dan kata-kata yang harus dihindari. Lebih baik lagi, berikan beberapa contoh balasan terbaik dari staf Anda sendiri sebagai acuan. AI meniru contoh lebih baik daripada mengikuti deskripsi umum.
OCR untuk dokumen Indonesia
Banyak dokumen bisnis di Indonesia masih berupa kertas atau hasil scan. Nota tulisan tangan dari toko bangunan, faktur dengan stempel menutupi angka, fotokopi KTP yang buram, atau formulir yang diisi pulpen. OCR yang dilatih terutama dengan dokumen berbahasa Inggris bisa kesulitan membaca dokumen seperti ini.
Format angka dan tanggal juga perlu perhatian khusus. Di Indonesia, "1.500.000" berarti satu setengah juta, dan koma dipakai untuk desimal. Sistem yang mengikuti format Amerika bisa membaca angka ini dengan salah, dan kesalahan seperti ini sangat mahal jika lolos ke pembukuan. Tanggal seperti "05/10/2026" kita baca 5 Oktober, sedangkan sistem berformat Amerika membacanya 10 Mei. Pastikan sistem Anda mengatur format ini secara eksplisit, dan tandai dokumen dengan tingkat keyakinan rendah untuk diperiksa manusia. Untuk dokumen identitas seperti KTP, samarkan NIK setelah dibaca jika nomor itu tidak diperlukan pada langkah berikutnya.
Menguji AI bahasa Indonesia dengan data nyata
Demo dengan kalimat yang rapi hampir selalu berhasil. Ujian sebenarnya adalah pesan dan dokumen yang setiap hari masuk ke perusahaan Anda. Langkah berikut membantu Anda menguji dengan adil:
- Kumpulkan contoh asli dari chat pelanggan, email, dan dokumen, setelah data pribadinya disamarkan.
- Pastikan contoh mencakup bahasa campuran, singkatan, salah ketik, dan bahasa daerah yang biasa muncul.
- Sertakan dokumen hasil scan yang buram, miring, atau bertulisan tangan.
- Tuliskan jawaban atau hasil ekstraksi yang benar untuk setiap contoh.
- Minta staf yang biasa menangani pekerjaan itu menilai nada dan ketepatan jawaban AI.
- Ulangi pengujian setiap kali prompt, glosarium, atau model diganti.
Hasil pengujian ini juga berguna untuk memilih model. Model yang unggul di tolok ukur umum belum tentu paling baik untuk bahasa pelanggan Anda.
AI yang memahami bahasa bisnis Anda
Melalui layanan AI untuk Perusahaan, Averoa menghubungkan AI ke dokumen dan data internal Anda dengan jawaban yang menyertakan sumber, akses per tim, dan penyamaran NIK serta NPWP sebelum data sampai ke model. Kami menyiapkannya agar memahami Bahasa Indonesia dan istilah bisnis yang dipakai tim Anda sehari-hari.